Ada yang bilang tulisan dokter itu gak bagus, ada juga yang bilang tulisan dokter itu sulit dibaca. Beberapa bahkan lebih terang terangan menyebut tulisan dokter itu jelek hehehe. Yang menyedihkannya ada juga beberapa orang yang menyebut tulisan siapapun yang jelek, dengan : seperti tulisan dokter. oaaalaaaaah....
Harud diakui memang beberapa sejawat dokter memang memiliki tulisan yang agak sulit dibaca (bahkan oleh sesama dokter sekalipun hehehe). tapi sungguh bertentangan dengan mitos yang ada di masyarakat, para dokter tidak pernah belajar membuat tulisannya menjadi jelek. tidak ada satu jam pun kuliah ataupun latihan untuk belajar membuat tulisan jadi jelek.
Banyak juga kok dokter yang memiliki tulisan bagus dan mudah dibaca. pengamatan membuktikan biasanya makin senior dokternya makin sulit dibaca tulisannya. tapi tak melulu, pada beberapa kasus ditemukan juga dokter senior yang tulisannya bagus sementara banyak juga dokter junior yang tulisannya parah.
Beneran deh, tak ada niat dokter untuk membuat tulisannya menjadi jelek dan sulit dibaca. makanya salah besar kalau ada yang mengisukan dokter membuat jelek tulisannya agar resep obat yang ditulisnya tidak bisa sembarangan dibaca orang lain dan ditebus di sembarang tempat.
lalu mengapa tulisan dokter susah dibaca? bukan juga kami karena kami begitu menyukai EKG (rekaman listrik jantung yang berbentuk garis yang naik turun) apalagi karena kami bolos di pelajaran menulis halus waktu sekolah dasar dulu.
Lalu mengapa? saya coba ambil beberapa sampel, beberapa teman dokter yang tulisannya bagus ternyata dari sejak sekolah dulu memang tulisannya sudah rapi. sementara yang tulisannya gawat juga ternyata memang sudah begitu dari sananya.
pada berapa kasus juga diketahui beberapa teman yang tulisannya semakin jelek sejak jadi dokter.dan ini bukan satu dua orang,melainkan cukup banyak.saya ambil contoh diri saya sendiri. saya bukan orang dengan tulisan bagus, tapi paling tidak saya bisa membuat tulisan bisa terbaca. sebagian besar tulisan tangan saya pun bisa terbaca dengan baik,apalagi karena sy cenderung untuk menggunakan huruf pisah ketimbang menulis dengan huruf sambung.
Masalah akan muncul bila saya harus menulis dalam jumlah banyak. apalagi yg harus ditulis boleh dibilang itu itu saja dan sudah ada pola tertentunya harus menulis apa. pada kondisi itu biasanya tulisan saya akan makin lama makinjelek.
kondisi seperti ini tidak hanya dialami oleh saya seorang. melainkan juga beberapa sejawat yg lain. makin banyak yg harus ditulis,makin lama pula menulis maka makin jelek pula tulisannya. apakah ada unsur 'kelelahan' disini? walloalam. Berhubungan dengan hal ini, dokter itu pekerjan yg mengharuskan kita banyak menulis. wajar aja kalo ujungnya akan berakhir dengan tulisan yg jelek.hehe
Tulisan jelek bukan tanpa bahaya, kalau sulit dibaca bisa menyebabkan apoteker salah membaca. akan lebih gawat bila si apoteker memutuskan menyimpulkan sendiri tanpa mengkonfirmasi dokter yang bersangkutan. bisa terjadi kesalahan pemberian obat yg tentu saja bisa membahayakan pasien.
Kalo diamati, sebenarnya tulisan dokter yg jelek sekalipun bisa terbaca. asalkan kita memahami polanya. pola ini ada karna sebenarnya yang dituliskan dokter itu itu saja. asal bisa mengarahkan kemana kira kira arahnya, tulisan dokter bisa kita baca. ah mungkin bukan persis terbaca, lebih tepatnya tertebak. ahaha
Selasa, 05 Februari 2013
Tulisan Dokter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar