Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

ODOJ 1

ODOJ

seorang saudara
merayuku
buat mendekat lagi
dgn quran,
akrab lagi dgn sapaan
cinta Ar Rahmaan

Mulanya ragu
setan membisikku,
kamu takkan mampu katanya begitu
dtampakkan olehnya dunia
yg hiruk pikuk menggoda

ah,tapi segera saja
kuingat bahwa, semalam aku berdoa
kembalikan aku pada ketenangan jiwa
dekatkan aku pada Sang Pencinta..
maka apakah ini jawabnya?

Dan inilah aku yg hari ini
menikmati cinta
sapaan mesra Penguasa Semesta
juga hangatnya semangat dari saudara,

Tak terasa hari ini,
di tiap waktu yg dulu
ku buangi
kini ku isi dengan gumam merdu kalam Ilahi

adalah aku yang mengaji sembari menunggu,
adalah aku yang mengaji sejenak sesudah sholat fardhu

inilah nikmat yang selalu
ku rindui
inilah getar yang selalu ku nanti

inilah cinta aneh, dari sekelompok manusia
yg diikat oleh fitrah sejatinya

dan dimalam yang basah ini,
basah pula kedua pipi
saat ku rasakan
saat ku putuskan,
untuk mengucapkan :
aku mencintai kalian semua saudaraku...

*dalam doa sungguh2 agar qt smw istiqomah. Al Musyafaa (Awan)

Senin, 26 Agustus 2013

Bahagia Sesungguhnya

Bahagia!

Manusia yang hamba,
Tanpa dunia, tanpa dunia, tanpa dunia...

Maka iman-lah, puncak dari segala bahagia,
Karena ia tiadakan semua
kecuali engkau dan cintaNya saja...

Ingat Ada Jannah

Ingat ada Jannah,

Ketika lelah menerpamu
Wahai prajurit dakwah,
Ingat ada Jannah

Ketika ragu memelukmu
Wahai pembela kebenaran,
Ingat ada Jannah

Ketika indah dunia menggodamu
Wahai khalifah fil ardh,
Ingat ada Jannah

Ketika fitnah merongrongmu
Wahai pejuang Islam,
Ingat ada Jannah

Ketika iman terasa indah
Di hatimu,
Ingat ada Jannah

Maka sungguh, pembeda orang beriman dan kafir adalah pada caranya memandang kematian.

Yang beriman tak pernah takut mati
karna meyakini maut adalah gerbang pertama Jannah yang selalu diimpikan seumur hidupnya

Sementara yang kafir,
Begitu gentar pada maut, karena tau itulah saat mereka berpisah dari 'jannahnya' yaitu dunia yang melenakan.

Saudaraku, ingatlah Jannah,
Sebutlah : Jannah, Jannah, Jannah...

Saling menasihatilah
Dengan sederhana :
"ingat ada Jannah"

*inspired by ust Bachtiar Nasir

Selasa, 30 Juli 2013

Engkau Saudaraku

Engkau Saudaraku,

Engkau perkasa saudaraku,
Buktinya, begitu berat
Fitnah melanda bumimu
Begitu busuk siasat musuh musuhmu

Engkau terindu saudaraku,
Buktinya, Gemetar kami
Mendengar kisahmu
Menangis kami dalam doa untukmu.

Sungguh kita dekat saudaraku,
Cita yang sama,jua
Rindu yang tak berbeda :
Tegaknya panji Islam di semesta raya

Sungguh, kami mencinta duhai saudara,
Sepenuh jiwa, terikat pada syahadat dan teladan anbiya.

Sungguh hina musuh mu
Yang menabur angkara
Di negerimu
Menolak suara rakyat sejati dan menjualnya pada tirani,
sungguh telah terbuahkan gelisah, yang terasa hingga ribuan mil jauhnya,
Menembus batas batas negara.

Sungguh terkutuklah musuhmu
Yg halalkan segala cara
Menabur fitnah hingga todongan senjata, bahkan membunuhi pejuang pejuang taqwa.
Lupakah mereka bahwa ada yang akan membalas mereka,dengan azab yang sepedih-pedihnya.

Maka katakan pada kami,
Apa yang bisa kami
Perjuangkan dari sini?
Mungkin takkan ada jasad yg tersiksa, takkan ada darah yang tertumpah,
Tapi katakan,
Adakah yang bisa kami
Kerjakan untuk sekedar menguatkan?

Dan didalam sebaris doa yg sungguh-sungguh kami langitkan, terbit kerinduan dan kecintaan pada kalian,
Ikhwanul Muslimin Mesir.

Harapan untuk pak Lurah

Untuk Pak Lurah

Aku sudah berhenti berharap pada pak Lurah
Seperti seharusnya

Jangankan masalah saudara yang jauh disana
Rakyatnya sendiri disengsarakannya
Tak didengar jerit dan rintihnya karena sibuk
Mengurus kisruh di partainya

Kemana pak lurah saat ia naikkan harga?
Lari kan ke luarnegeri!
Selalu begitu.
Apa dipikir, rakyat mudah saja dibeli dengan uang sedikit hasil hutang sana sini,jadi Maaf kata kalo ku jujur,
Pak lurah pinternya pencitraan saja

Maka pak lurah, ketika saudaraku di mesir sana susah payah dirubung angkara murka, aku tak berharap padamu

Aku tak berharap kamu
bersuara keras, apalagi
bertindak menentang zalim yang nyata.

Aku tak sekalipun berharap, tak sekalipun padamu.
Seperti seharusnya,
Aku hanya berharap pada
Dia yang mahakuasa
bahwa kan tegak kebenaran dan runtuhlah tirani kehinaan

Waktu ku akan habis, waktumu juga, tanpa harap aku berpesan padamu pak lurah,
Jika kau berkenan tinggalkanlah kenangan, bahwa engkau pernah bersama keadilan.

Nasib terkini

Inilah nasib kita terkini

Di Mesir,
Demokrasi cuma racun yg membunuhi
Karena negeri masih dicengkram tirani
Kebenaran muram dibungkam
Digadai tangan tangan keji

Di Indonesia,
Demokrasi cuma kotoran penuh ironi
Ketika rakyat masih bisa dibodohi
Dibeli dengan propaganda dan fitnah keji
Yang menipu hingga menyusup mimpi

Di Turki, Demokrasi cuma debu basa-basi
Karna kaum kuffar getol merecoki
Menabur angkara sana sini
Berharap akan luluh keadilan sejati

Lalu apakah solusi?
Apakah cuma dengan teriak lantang sana sini, tentang pentingnya kepemimpinan yg harus direbut lagi?
Atau hanya sibuk dengan mensholehkan diri, sambil sesekali memerahkan kuping saudara sendiri?
Atau malah makin mabuk dengan kuasa yang berhasil dimiliki hingga terlalu baur dan lupa diri?

Naudzubillah.
Rasanya bukan itu hematku,
kita harus ambil pelajaran dari kisah terkini, di tiga negeri.

Bahwa perjalanan menjelmakan madani masih panjang sekali
Kita butuh kaderisasi yang mumpuni, luas hingga menyentuh semua lini,

Kita butuh persatuan yang murni, mengatasi semua kerikil kecil karna menyadari bahwa hakikat kita sama,
Menjujung panji Rabbani!

Kita butuh keimanan! Ketaqwaan! Keilmuan! Persenjataan! Juga kekuasaan! Inalah modal kebangkitan, yang selalu kita rindukan.

Jangan gundah,jangan gelisah...

Inilah pertanda agung kebangkitan ummat! Bukankah kelahiran bayi yang suci diawali nyerinya kontraksi?
Bukankah kelahiran Nabi diawali ancaman pada rumah suci?

Inilah pertanda kawan!
Maka siapkan sambutan!

Ialah yg sejatinya kita nanti selama ini,
Bukan demokrasi, ia hanya alat!
Bukan khilafah, ia juga cuma alat.
Bukan juga cuma tegaknya hukum sesuai dalil naqli,

Ialah keadilan sejati, rahmat semesta yg kan lahir jika kita tumbuhkan dari diri sendiri...

*terngiang nasyid izis : sabarlah wahai saudaraku, tuk mgapai cita, jalan yang kau tempuh sangat panjang,tak sekedar bongkah batu karang, yakinlah wahai saudaraku, kemenangan kan menjelang.walau tak kita hadapi masanya tetaplah al haq pasti menang,dst.

Waktu

Waktu tak terasa
Pelan pelan membunuh kita
Menyisakan bayang sesal
Menumpukkan ketergesaan

Lalu sudah jadi apakah kamu?
Menggoreskan kemilau pada sejarah masa,
Atau cuma jadi debu yang terlupa

Maka benarlah sang Penguasa,
Merugilah kita, manusia tanpa iman tanpa amal nyata

Mesir Ramadhan 1434

Mesir merintih, Ramadhannya dinodai,
Oleh tgn keji gromboln hina sang Jendral banci

Lalu dmn qt?
Yg bgtu lemah imannya, hingga hny mmpu bdoa,itupun selarik sj

Lalu kmanakh qt?
Apakh lalai oleh dunia
Atw dimabuk ashobiyah sbg bangsa

Lalu ingatkah qt?
Btp Mesirlah dulu,
Yg ptm mdukung kmerdekaan Indonesia

Lalu taukah qt?
Zalim jualah mreka,
Yg hny diam mlihat kzalimn yg nyata

Kini ajari aku,
Bgmn cr mgatakn cinta,pd sdaraku d Mesir sana?

Awan,270713

Seruan

Dan Sejarah jelas mcatat,
Betapa rakyat Mesir mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia
Tanpa pamrih, karena satu alasan : Mesir Indonesia bersaudara!

Dan Sejarah jelas mcatat,
Betapa Mesir dan Indonesia bergandengan tangan membela negeri-negeri yang terjajah
Di pelosok Asia Afrika,
Karena satu impian :
Tegaknya keadilan bagi seluruh umat manusia

Namun sejarah blm mcatat apa apa.
Kecuali pemimpin bangsa yang hanya diam tak berdaya ketika
Saudaranya di Mesir sana, dibantai oleh tentara bersenjata, dbulan mulia pula.

Maka kemanakah nurani dan malu anda?wahai pemimpin yang kami titipkan padamu kuasa?

Awan,280713

Itikaf 23 Ramadhan 1434

Itikaflah Sejenak,di seruang
Waktumu nan telah panjang,

Disana,
Habiskan waktumu bersamaNya
Berdua saja
Menikmati syukur tak terkira

Sedalam bahagia bermesra
Sesejuk rindu berjumpa
Inilah kemenangan yang tanpa ragu
Inilah matinya resah yang mengganggu

Tak usah gusar,
Biar tersingkirkan debu dunia
Yang menempel erat di wajahmu

Tak usah sungkan,
Sebab terlalu dalam larutan kenikmatan
Ialah Nyaman menggetarkan
Begitulah yang seharusnya,

Inilah dia yang ku juduli
Kemesraan bersama Sang Maha Segala,
Ya, berdua saja denganNya
Tanpa dunia, tanpa dunia
Tanpa dunia!!

Maka, di nafasmu yang ada
Itikaflah bersamaNya...

Rabu, 12 Juni 2013

Bandung Malam Ini

Bandung Malam Ini

Ada hujan di angan anganku
persis seperti di langitmu,
ialah rindu yang membeku
kekasih lama tak bertemu

duhai kamu, yang menyimpan sebagian hatiku,
masihkah ada jejak ku waktu dulu
yang menggigil dalam tawa dan sedu?
yang mungkin sudah senyap dalam hiruk pikukmu

ah, sudahlah...jangan salah paham
dengan pertanyaanku
sungguh tak bermaksud ku merayu,

tapi pasti kamu tahu bahwa ada sebagian nafasku
tertinggal padamu
dan malam ini, tak sengaja terhirup lagi
cerita itu, lewat romantisme
gerimis dilangitmu :
aku kan cuma anak lelaki yang merindu

Bandung, tahukah kamu kesendirianku?
tentu kau juga rasa, bahwa ada duka yang tertawa
ada rindu dalam dalam yang memanja
juga resah yang menggurita
itulah aku, dan segenapku tentangmu

sebab itu Bandung, temani aku
lagi malam ini
tak usah ada cerita lama
cukup getarnya saja,
biar kan kubisikkan cerita
yang kurangkaikan untuk kita berdua,
tapi jangan tersenyum Bandung
Jangan membuat ku semakin cinta

*ku pegang tanganmu erat

Bandung,
dan di malam gerimis ini...
ku kecupkan rinduku padamu...

13 Juni 2013

Kamis, 09 Mei 2013

Doa Sebelum Tidur

Malam makin larut
sebaiknya mulailah beringsut,

tunaikan hak tubuh untuk beristirahat
Agar besok tetap sehat,

janganlah lupa adab tidurnya
kebiasaan baik haruslah dipelihara,
berwudhulah dengan sempurna
lalu berbaringlah sambil berdoa,

ucapkan syukur atas semua karunia,
sempurnakan dengan sholawat bwt Rasul tercinta,
Teruskan dgn doa yg menghamba
pintalah ampunan, rahmat, berkah, kemudahan, dan karuniaNya

jangan lupa doakan orangtua,keluarga, sahabat, tetangga, guru, juga para pemimpin kita,
agar kita semua tetaplah setia
dalam rahmatNya sampai ke surga, aamiin.

Senin, 04 Maret 2013

Aku Merindu

Aku Merindu

Aku merindukan hati
yg sepenuh tunduk
Tak goyah dipeluk badai
Melarut dalam kehambaan

Aku merindukan bahagia sejati
Yang tumbuh dari kenikmatan iman
dan kedekatan pada ArRahmaan
Yang damainya terfusi sampai sepenuh diri

Aku merindukan keluarga
yang melahirkan gelombang perbaikan
menjelmakan perubahan
terus berlari merapat pada ArRahmaan

Aku merindukan negeri kebaikan
Yang tiap geraknya terarah taqwa
tiada percuma dan sia sia
apalagi kerusakan yang dibuat nyata

Aku merindukan semuanya
yang rindunya dalam menghujam
memanggil manggil dari
penjuru alam

ah,adakah aku dalam gelombang syafaat itu?

Proposal Hidup

Proposal hidup

Aku tak tawarkan
kemudahan, sungguh!
Yang aku tawarkan malah
perjalanan panjang
yang akan penuh badai dan halangan
ialah perjalanan untuk perbaikan, lebih dekat pada Ar Rahmaan

Aku tak tawarkan suka dan tawa
Yang ku tawarkan malah
airmata.
Ialah sedu sedan rintih kehambaan yang jatuh dalam kesyukuran
dan malam malam sepi penuh harap keampunan

Aku tak tawarkan tawa yang berkepanjangan
Yang ku tawarkan hanyalah
kebersamaan
untuk bersama berlari merapat kepada ArRahmaan
dalam bingkai janji
untuk saling dukung dan menguatkan

Aku tak tawarkan Sakinah Mawaddah Wa Warahmah
yang ku tawarkan adalah tekad kuat untuk meraihnya
dengan kesungguhan dan usaha untuk toleran

Maafkan karna memang
aku bukan siapa siapa
dan tak bisa menjanjikan apa apa

Aku hanya ingin bertemu Alloh dan RosulNya... dalam keampunan dan rahmatNya.
dan aku tau bahwa hanya istiqomah dalam perbaikanlah satu-satunya cara.
maukah dirimu tempuhi bersama?

Aku hanya ingin semua berakhir di jannahNya,
maka maukah dirimu
menguatkannya?

Jakarta, 04032013